TINDAKAN REKAYASA PENYIDIK SEBAGAI PERBUATAN MELAWAN HUKUM PERDATA (RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM SEBUAH PERKARA)

TINDAKAN REKAYASA PENYIDIK SEBAGAI PERBUATAN MELAWAN HUKUM PERDATA (RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM SEBUAH PERKARA)

TINDAKAN REKAYASA PENYIDIK SEBAGAI PERBUATAN MELAWAN HUKUM PERDATA (RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM SEBUAH PERKARA)

Sinopsis

Hukum bertugas untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan manusia. Fungsi dari hukum yaitu untuk mengatur hal yang seyogyanya dan tidak seyogyanya dilakukan oleh manusia, yaitu untuk mencapai keadilan dan keseimbangan hukum. Hukum melalui aparatur penegak hukum sudah seharusnya melakukan amanat dari spirit hukum itu sendiri, yaitu menegakan hukum. Tidak dapat dipungkiri, walaupun aparatur penegak hukum sudah menjalankan kewajibannya sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang- Undang. Akan tetapi, dalam praktiknya masih saja terdapat peristiwa  yang dilakukan oleh aparat penegak hukum yang menyimpang dari spirit hukum. Peristiwa tersebut seperti korban salah tangkap atau adanya tindakan rekayasa dalam proses penyidikan oleh penyidik. Kejadian tersebut berdampak diadili sampai pada proses penjatuhan putusan dan mengalami diskriminasi peradilan dan sosial di masyarakat. Hal tersebut tentunya telah menyimpang dari tujuan hukum yang seharusnya mewujudkan keadilan bagi masyarakat yang berujung pada menciptakan rasa ketidakadilan.

Buku ini akan memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai kewenangan penyidik, pembuktian dalam hukum acara perdata serta dasar pertimbangan hukum hakim. Selain itu, buku ini juga akan memberikan penjelasan mengenai Putusan Nomor 36/PDT.G/2011/PN.SKY yang membahas ratio decindendi hakim terhadap tindakan rekayasa yang dilakukan dalam penyidikan tindak pidana narkotika sebagai perbuatan melawan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *