IMPLEMENTASI DATA MINING DALAM PEMELIHARAAN JALAN

IMPLEMENTASI DATA MINING DALAM PEMELIHARAAN JALAN

IMPLEMENTASI DATA MINING DALAM PEMELIHARAAN JALAN

 

SINOPSIS

Berbagai infrastruktur pendukung utama kebutuhan masyarakat terus dikembangkan. Termasuk diantaranya jaringan jalan yang terus didorong pemenuhan kebutuhannya. Sampai saat ini, Indonesia masih cukup tertinggal dalam pemenuhan kecukupan akan kebutuhan jalan, sehingga harus secara cepat dalam merencanakan dan membangunnya. Kecepatan pembangunan tentunnya harus diimbangi dengan kemampuan mengoperasikan dan memeliharanya. Karena kalau tidak, niscaya hasil pembangunan tersebut akan sia-sia saja. Sehingga target pemenuhan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan sulit terpenuhi.

Secara teori jaringan jalan direncanakan, dibangun dan dipelihara untuk memfasilitasi transportasi dengan aman, nyaman, dan efisien cukup mudah dibaca dibahas. Namun dalam implementasinya tetap memerlukan usaha luar biasa. Tidak heran, untuk mewujudkan tujuan tersebut, dalam beberapa dekade terakhir sistem manajemen perkerasan jalan di berbagai negara jalan terus dikembangkan.  Dimulai di Amerika Serikat dengan melakukan pengembangan sistem manajemen perkerasan jalan melalui American Association of State Highway Officials (AASHO). Tentu saja usaha pengembangan sistem manajemen perkerasan jalan tersebut bukan hanya negara maju saja, beberapa negara berkembang pun turut andil.

Setelah lebih dari setengah abad berbagai pendekatan manajemen perkerasan jalan, tentunya cukup banyak pembelajaran yang diperoleh. Di Indonesia sebagai contoh, HDM menjadi sejenis ‘panduan utama’ dalam melakukan manajemen perkerasan jalan, termasuk diantaranya pemeliharaan. Namun sayang, dalam implementasinya masih cukup banyak hambatan yang mengganggu tahapan pemeliharaan tersebut, salah satunya adalah ‘penyakit menahun’ yang rada-rada sulit dihilangkan, yaitu beban berlebih (overload).

Dalam buku ini, akan dibahas secara bertahap bagaimana overload dapat dimodelkan untuk pemeliharaan jalan yang lebih baik. Pembahasan dimulai dengan menceritakan perkembangan big data dan data mining di dunia internasional. Selanjutnya akan diperkuat dengan pemahaman data mining, mulai dari arsitektur pemodelan, pengolahan data, sampai dengan cara melakukan interpretasi hasil olahan. Untuk lebih nyata dalam pembahasan pembaca akan ditawari rangkaian memodelkan pemeliharaan jalan, pemanfaatan data, sampai dengan contoh studi kasus penggunaan data mining untuk optimasi pemeliharaan jalan dengan beban berlebih. Diharapkan pembahasan singkat ini mendorong para praktisi dapat melakukan implementasi pemeliharan jalan lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *