FRAMING MEDIA MEMBANGUN OPINI PUBLIK

FRAMING MEDIA MEMBANGUN OPINI PUBLIK

FRAMING MEDIA MEMBANGUN OPINI PUBLIK

SINOPSIS

Media massa tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat (publik). Ini dikarenakan media sudah menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat luas, baik itu komunitas, organisasi, pemerintahan maupun politisi. Apalagi jika media massa digunakan untuk kampanye politik. Kekuatan media yang tidak bisa dinaifkan di era informasi saat ini yakni kekuatan dalam mengkontruksikan realitas. Artinya media memiliki kekuatan dalam mengemas berbagai isu yang ada, sehingga menonjol ke permukaan dan akhirnya menjadi perbincangan publik (public discourse) yang menarik.

Banyak orang ataupun institusi sosial dan politik yang berkepentingan dengan media. Mereka berupaya memiliki akses untuk masuk dan memengaruhi media, dengan asumsi penguasaan atas media akan menjadi pintu masuk dalam pengemasan dan penguasaan opini publik. Dengan menguasai opini publik, diharapkan akan mudah mengarahkan kecenderungan pilihan khalayak sesuai dengan yang diharapkan kandidat. Media massa kini tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan masyarakat karena media massa, baik cetak maupun elektronik sudah menjadi kebutuhan hidup. Melalui media massa, masyarakat minimal mendapatkan beragam hiburan dan informasi terbaru tentang berbagai hal yang terjadi di berbagai belahan dunia. Seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis bahwa Media Radar Sampit dan Borneo News sebagai corong informasi dan publikasi politik oleh para pihak bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur pada tahun 2020. Bahkan sejak beberapa bulan belakangan, Radar Sampit dan Borneo News selalu memframing berita politik. Terkait strategi komunikasi yang dibangun para bakal calon Bupati agar mendapat ruang di hati masyarakat, Radar Sampit selalu menyajikan berita-berita ter update tentang komunikasi politik yang dibangun para bakal calon, diulas dan disajikan secara komprehensif kepada publik. Sehingga berhasil membangun opini publik yang beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *