EROSI DAN KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI Dalam Perspektif Ilmu Lingkungan

EROSI DAN KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI Dalam Perspektif Ilmu Lingkungan

EROSI DAN KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI

SINOPSIS

Erosi dan sedimentasi telah dikenal sebagai salah satu isu penting yang mengurangi kapasitas waduk, menghancurkan banyak fasilitas umum dan mempengaruhi pengelolaan sumber daya air untuk pertanian, pemenuhan kebutuhan listrik serta memberikan ancaman lingkungan terkait keberlanjutan pembangunan.

Erosi juga mengalirkan air yang mengandung tanah, material dan unsur hara ke hilir, sehingga membentuk tumpukan lapisan sedimen tebal yang berakibat pada penyumbatan sungai dan saluran lainnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan banjir. Erosi tidak mungkin nol, tetapi lajunya dapat direduksi dengan upaya-upaya konservasi yang mempertimbangkan multidisiplin ilmu. Pada pendekatan konvensional, erosi sangat terkait dengan siklus hidrologi.

Pada perkembangannya, ilmu untuk menganalisis erosi berkembang menjadi lebih luas. Ilmu lingkungan dipandang sebagai salah satu ilmu yang mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari makhluk hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya, antara lain dari aspek sosial dan ekonomi. Ilmu ini sangat relevan ketika causal loop erosi-sedimentasi dalam lingkup konservasi dapat saling terikat satu sama lain untuk mengatasi masalah tidak lancarnya hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Menganalisis erosi dan sedimentasi tidak bisa dilepaskan dari batas hidrologi Daerah Aliran Sungai dan ekosistemnya, termasuk manusia. Tempat tinggal atau wadah hidrologis aktivitas ekonomi manusia yang berbasis lingkungan memerlukan pandangan komprehensif DAS sebagai unit biofisik dan sosio-ekonomi atau politik untuk perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam menuju pembangunan berkelanjutan.

Buku ini akan membuka wawasan pembaca bahwa dalam era modern, perhitungan hidrologi untuk erosi juga memerlukan aspek lain ketika dihadapkan pada konsep sustainable development. Erosi tidak bisa hanya dipandang dari sisi perhitungan insinyur teknik (engineer) saja, tetapi ada mitigasi budaya dan perhatian pada kepentingan aspek ekonomi yang diwujudkan dalam perubahan paradigma berfikir bahwa dalam rangka optimalisasi kebijakan jangka panjang maka faktor ”kepentingan” manusia tidak dapat diabaikan.

Hal ini juga berlaku ketika pengambil kebijakan ingin mengurangi laju erosi melalui kebijakan konservasi Daerah Aliran Sungai memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam satu paket. Selain konservasi dalam aspek fisik (agronomi, sipil teknis dan vegetatif), edukasi lingkungan adalah upaya konservasi Daerah Aliran Sungai yang perlu manjadi perhatian terkait pengurangan laju erosi dalam aspek pencegahan untuk menjamin sebuah kebijakan pembangunan dapat berjalan efektif, efisien dan berkelanjutan.

FRAMING MEDIA MEMBANGUN OPINI PUBLIK

FRAMING MEDIA MEMBANGUN OPINI PUBLIK

FRAMING MEDIA MEMBANGUN OPINI PUBLIK

SINOPSIS

Media massa tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat (publik). Ini dikarenakan media sudah menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat luas, baik itu komunitas, organisasi, pemerintahan maupun politisi. Apalagi jika media massa digunakan untuk kampanye politik. Kekuatan media yang tidak bisa dinaifkan di era informasi saat ini yakni kekuatan dalam mengkontruksikan realitas. Artinya media memiliki kekuatan dalam mengemas berbagai isu yang ada, sehingga menonjol ke permukaan dan akhirnya menjadi perbincangan publik (public discourse) yang menarik.

Banyak orang ataupun institusi sosial dan politik yang berkepentingan dengan media. Mereka berupaya memiliki akses untuk masuk dan memengaruhi media, dengan asumsi penguasaan atas media akan menjadi pintu masuk dalam pengemasan dan penguasaan opini publik. Dengan menguasai opini publik, diharapkan akan mudah mengarahkan kecenderungan pilihan khalayak sesuai dengan yang diharapkan kandidat. Media massa kini tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan masyarakat karena media massa, baik cetak maupun elektronik sudah menjadi kebutuhan hidup. Melalui media massa, masyarakat minimal mendapatkan beragam hiburan dan informasi terbaru tentang berbagai hal yang terjadi di berbagai belahan dunia. Seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis bahwa Media Radar Sampit dan Borneo News sebagai corong informasi dan publikasi politik oleh para pihak bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur pada tahun 2020. Bahkan sejak beberapa bulan belakangan, Radar Sampit dan Borneo News selalu memframing berita politik. Terkait strategi komunikasi yang dibangun para bakal calon Bupati agar mendapat ruang di hati masyarakat, Radar Sampit selalu menyajikan berita-berita ter update tentang komunikasi politik yang dibangun para bakal calon, diulas dan disajikan secara komprehensif kepada publik. Sehingga berhasil membangun opini publik yang beragam.