Model  implementasi  interaksi pemberdayaan pada kebijakan dana desa dalam mewujudkan kemandirian desa (Model kompromistis)

Model implementasi interaksi pemberdayaan pada kebijakan dana desa dalam mewujudkan kemandirian desa (Model kompromistis)

Model implementasi interaksi pemberdayaan pada kebijakan dana desa dalam mewujudkan kemandirian desa (Model kompromistis)

SINOPSIS

Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa tujuan Pemerintah negara Indonesia adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Hal ini sejalan dengan program nawacita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa. Selain itu dialokasikanya dana desa langsung kepada desa diharapkan dapat mempercepat tercapainya pembangunan secara nasional dan kemandirian desa. Dinamika dalam implementasi kebijakan saat ini sangat dinamis, jika tidak diikuti secara utuh maka target yang ingin dicapai tidak optimal atau bahkan gagal. Buku ini mengulas tentang fenomena implementasi kebijakan dana desa, sehingga buku ini relevan untuk dijadikan referensi bagi para praktisi maupun akademisi yang ingin mengetahui lebih luas tentang implementasi kebijakan dana desa dan kemandirian desa.

ANALISIS FRAMING (DALAM BERITA POLITIK)

ANALISIS FRAMING (DALAM BERITA POLITIK)

ANALISIS FRAMING (DALAM BERITA POLITIK)

SINOPSIS

Mulanya frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan dan wacana, serta yang menyediakan kategori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Goffman pada tahun 1974, yang mengandaikan framing sebagai kepingan-kepingan perilaku (strips of behavior) yang membimbing individu dalam membaca realitas. Konsep Framing dapat menawarkan suatu alternatif kepada paradigma yang menyimpang dan obyektifitas yang telah populer dalam riset mengenai komunikasi masa selama bertahun-tahun

Framing merupakan istem analisis yang digunakan untuk meneliti sebuah pembangunan realita di media massa. Sistem ini juga dijadikan pembangunan opini publik yang berdasarkan pada kebijakan operasional media. Realitas tersebut sudah diseleksi melalui proses pembingkaian media massa, menampilkan sebuah isu dan meninggalkan isu yang lain. Pembaca pun menerima informasi berdasarkan apa yang dimuat oleh media massa.

Buku ini, hendak mengetengahkan terkait dengan analisis framing dalam berita politik. Dalam hal tersebut, isu kunci yang kemudian penulis soroti ialah pertanyaan atas case study tentang bagaimana majalah Tempo mengkonstruksi pemberitaan seputar Jokowi, yang tentu dalam cakupannya di politik. Penulis berharap, buku ini dapat menjadi salah satu rujukan penting bagi peminat kajian analisis framing, pada khususnya. Sekaligus, dapat memberikan pengayaan khasanah kelimuan komunikasi, dalam hal ini terkait dengan bagaimana media massa mengemasnya. Selamat membaca!

METODE PEMAHAMAN  HADIST NABI

METODE PEMAHAMAN HADIST NABI

METODE PEMAHAMAN HADIST NABI

SINOPSIS

Buku Metode Pemahaman Hadits Nabi: (Studi Kritis Atas Pandangan Syaikh Muhammad al-Ghazâlî) dimulai dari keinginan untuk memperoleh jawaban secara konseptual mengenai pemikiran-pemikiran Syaikh Muhammad al-Ghazâlî terutama berkaitan dengan pemahaman hadits. Dari Asumsi-asumsi yang muncul di atas, maka muncul poin kunci dalam studi ini adalah: Pertama, bagaimana metode dan pendekatan yang ditawarkan Syaikh Muhammad al-Ghazâlî terhadap pemahaman sebuah hadis Nabi? Kedua, mengetahui pemahaman hadits yang dilakukan oleh Muhadditsîn atau Fuqahâ’? Ketiga, bagaimana Orisinalitas pemikiran serta Implikasi dari pemikiran Syaikh Muhammad al-Ghazâlî terhadap pemahaman hadits?

Secara metodologis studi ini menggunakan pendekatan sejarah (historical approach). Dan metode yang digunakan dalam pencarian data adalah riset pustaka (library research) dengan membaca kitab-kitab karya Syaikh Muhammad al-Ghazâlî sendiri (sebagai data primer) dan kitab-kitab yang ditulis mengenai pemikiran Syaikh Muhammad al-Ghazâlî (sebagai data skunder). Dalam menganalisa data, digunakan analisis isi (content analysis). Sedang untuk mengetahui background pemikirannya, sumber utama yang digunakan adalah otobiografinya yang berjudul Qishshah al-Hayah. Sedangkan untuk mengetahui gagasan-gagasan mengenai kajian hadits, sumber utama yang digunakan adalah as-Sunnah an-Nabawiyyah Baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadîts. Kemudian, untuk mengukur pemikiran Syaikh Muhammad al-Ghazâlî mengenai kesahihan hadits Nabi menggunakan kitab ‘Ulumul al-Hadîts, karya Ibnu Shalah dan kitab-kitab lainnya. Sedangkan dalam memahami hadits, penulis gunakan metode sintesis yang mencoba memadukan antara keyakinan terhadap hadits yang berfungsi sebagai sumber otoritatif dengan prinsip-prinsip ilmiah yang berasal dari penalaran rasionalitas manusia.

Penulis berharap, dengan hadirnya buku ini dapat memberikan pengetahuan atas bagaimana metodologi kajian hadîts yang tepat dan benar, dapat mengetahui makna dan tujuan dari sebuah hadîts yang dipahami oleh Muhadditsîn dan Fuqahâ’, serta dapat memberikan sumbangan kajian sekaligus menjadi salah satu referensi penting dalam khasanah pemikiran hadits, terutama mengenai kajian hadîts yang mengandung ragam pemahaman.

BANK LAHAN

BANK LAHAN

BANK LAHAN

SINOPSIS

Pembangunan kota yang baik dan berkelanjutan sebaiknya mengedepankan konservasi lingkungan perkotaan, baik lingkungan binaan sebagai warisan budaya dan juga konservasi lingkungan perkotaan itu sendiri dalam bentuk: heritage city, compact city, livable city, green city, smart growth. Salahsatu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah pentingnya pemanfaatan ruang yang dapat dikendalikan dengan model bank lahan.

Pengembangan Kota Bogor sebagai salah satu kota di Kawasan Metropolitan PKN JABODETABEK-PUNJUR saat ini masih belum efektif dan cenderung tertinggal dengan perkembangan pembangunan yang lebih cepat serta berdampak pada fenomena dan permasalahan perkotaan lainnya. Seperti konflik pemanfaatan lahan, kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas, permukiman kumuh, pergerakan penduduk penglaju (kommuter), degradasi lingkungan, sosial budaya masyarakat, dan konflik aktivitas perkotaan dengan kepariwisataan.

Buku ini akan membahas kinerja pemanfaatan ruang, menganalisis indikator ketersediaan lahan, dan merumuskan konsep penyediaan lahan berbasis bank lahan di Kota Bogor.

MENGUNGKAP KESULITAN BELAJAR SISWA

MENGUNGKAP KESULITAN BELAJAR SISWA

MENGUNGKAP KESULITAN BELAJAR SISWA

 

SINOPSIS

Pendidikan merupakan usaha sadar, yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia. Bagi dunia pendidikan, diharuskan agar selalu melakukan berbagai upaya penyesuaian untuk mampu menyiapkan peserta didik yang berbudi luhur, siap bersaing dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang kompleks. Pendidikan manusia dapat mengarahkan perkembangan fisik, mental, emosional, sosial, dan etikanya menuju ke arah yang lebih baik dan menuju ke arah kematangan dan kedewasaan. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal, merupakan tempat kegiatan belajar mengajar berlansung. Tempat inilah dimana ilmu pengetahuan diajarkan dan dikembangkan kepada anak didik. Para guru dan siswa terlibat secara interaktif dalam proses pendidikan.

Maka disini, tema belajar merupakan pembahasan yang sentral. Belajar tak lain ialah, proses dari perkembangan hidup manusia. Karena itu, belajar secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan. Namun pada kenyataan yang terjadi dilapangan, hasil belajar tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Aktivitas belajar siswa tidak senantiasa berhasil, sebab seringkali ada hal-hal yang mengakibatkan timbulnya kegagalan atau kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Ada banyak hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan belajar yang sering kita jumpai dalam aktivitas sehari-hari yang disebut kesulitan belajar. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi di mana anak didik tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan dalam belajar.

Buku yang hadir ke hadapan pembaca, berusaha menjawab problem yang hampir dialami oleh dunia pendidikan, yakni kesulitan belajar. Pada dasarnya, buku ini merupakan karya ilmiah penulis ketika menempuh studi. Demi keluasan manfaat, maka perlu untuk penulis jadikan buku. Harapannya, buku ini dapat memperkaya khasanah ilmu pendidikan, menjadi salah satu referensi penting bagi semua pemerhati pendidikan, serta yang paling penting dapat kemudian di diimplementasikan oleh para praktisi pendidikan. Selamat membaca!

IMPLEMENTASI DATA MINING DALAM PEMELIHARAAN JALAN

IMPLEMENTASI DATA MINING DALAM PEMELIHARAAN JALAN

IMPLEMENTASI DATA MINING DALAM PEMELIHARAAN JALAN

 

SINOPSIS

Berbagai infrastruktur pendukung utama kebutuhan masyarakat terus dikembangkan. Termasuk diantaranya jaringan jalan yang terus didorong pemenuhan kebutuhannya. Sampai saat ini, Indonesia masih cukup tertinggal dalam pemenuhan kecukupan akan kebutuhan jalan, sehingga harus secara cepat dalam merencanakan dan membangunnya. Kecepatan pembangunan tentunnya harus diimbangi dengan kemampuan mengoperasikan dan memeliharanya. Karena kalau tidak, niscaya hasil pembangunan tersebut akan sia-sia saja. Sehingga target pemenuhan kapasitas dan kualitas infrastruktur jalan sulit terpenuhi.

Secara teori jaringan jalan direncanakan, dibangun dan dipelihara untuk memfasilitasi transportasi dengan aman, nyaman, dan efisien cukup mudah dibaca dibahas. Namun dalam implementasinya tetap memerlukan usaha luar biasa. Tidak heran, untuk mewujudkan tujuan tersebut, dalam beberapa dekade terakhir sistem manajemen perkerasan jalan di berbagai negara jalan terus dikembangkan.  Dimulai di Amerika Serikat dengan melakukan pengembangan sistem manajemen perkerasan jalan melalui American Association of State Highway Officials (AASHO). Tentu saja usaha pengembangan sistem manajemen perkerasan jalan tersebut bukan hanya negara maju saja, beberapa negara berkembang pun turut andil.

Setelah lebih dari setengah abad berbagai pendekatan manajemen perkerasan jalan, tentunya cukup banyak pembelajaran yang diperoleh. Di Indonesia sebagai contoh, HDM menjadi sejenis ‘panduan utama’ dalam melakukan manajemen perkerasan jalan, termasuk diantaranya pemeliharaan. Namun sayang, dalam implementasinya masih cukup banyak hambatan yang mengganggu tahapan pemeliharaan tersebut, salah satunya adalah ‘penyakit menahun’ yang rada-rada sulit dihilangkan, yaitu beban berlebih (overload).

Dalam buku ini, akan dibahas secara bertahap bagaimana overload dapat dimodelkan untuk pemeliharaan jalan yang lebih baik. Pembahasan dimulai dengan menceritakan perkembangan big data dan data mining di dunia internasional. Selanjutnya akan diperkuat dengan pemahaman data mining, mulai dari arsitektur pemodelan, pengolahan data, sampai dengan cara melakukan interpretasi hasil olahan. Untuk lebih nyata dalam pembahasan pembaca akan ditawari rangkaian memodelkan pemeliharaan jalan, pemanfaatan data, sampai dengan contoh studi kasus penggunaan data mining untuk optimasi pemeliharaan jalan dengan beban berlebih. Diharapkan pembahasan singkat ini mendorong para praktisi dapat melakukan implementasi pemeliharan jalan lebih baik lagi.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

 

SINOPSIS

Kepemimpinan (leadership) merupakan inti dari sebuah manajemen dalam lembaga pendidikan. Artinya tanpa adanya kepemimpinan yang baik, maka bisa dipastikan jalannya sebuah lembaga pendidikan akan mengalami kemunduran. Salah satu tantangan paling berat yang harus dihadapi oleh pemimpin adalah bagaimana ia menggerakkan personelnya agar bersedia mengerahkan kemampuannya yang terbaik untuk kepentingan kelompok atau organisasi pendidikan. Kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seseorang untuk bisa mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntut, menggerakkan dan kalau perlu  memaksa orang lain agar ia menerima pengaruh itu, selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian sesuatu maksud dan tujuan.

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan yang berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan di sekolah, seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah dan lain sebagainya. Setiap organisasi/lembaga pendidikan hendaknya kepala sekolah sebagai “leader” mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan baik, dengan cara memberikan penyuluhan, mengadakan pembinaan-pembinaan bagi jajarannya, sehingga mutu pendidikan akan semakin membaik. kepala sekolah sebagai seorang yang bertanggung jawab terhadap mutu lembaga pendidikan hendaknya mengetahui tentang kekurangan dan kelebihan guru akan lebih memudahkan bagi kepala sekolah dalam memberikan bimbingan dalam rangka pengembangan kompetensi guru, terutama bagi guru pendidikan agama Islam. Kepala sekolah ikut bertanggung jawab atas ketercapaian  tujuan pendidikan sekolah melalui upaya meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan dan mengarahkan peningkatan prestasi belajar peserta didik.

Syahdan, buku yang ada dihadapan pembaca ini, merupakan wujud dari kesadaran penulis akan pentingnya pembahasan terkait dengan figur kepala sekolah dalam sebuah satuan pendidikan. Terdapat poin kunci yang akan penulis kupas secara mendalam dan holistik, yakni; terkait langsung dengan pertanyaan atas bagaimana seharusnya peran dan kontribusi kepala sekolah terhadap peningkatan kualitas pendidikan agama Islam. Penulis berharap, dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan sumbangsih pengayaan referensi atas wacana ilmu kependidikan pada umumnya, sekaligus mampu menjadi salah satu rujukan penting bagi seluruh kepala sekolah, pemerhati dan pelaku pendidikan agama Islam, pada khususnya.

SISTEM‌ ‌LALULINTAS‌ ‌SATU‌ ‌ARAH‌ ‌ DAN‌ ‌PERSOALAN‌ ‌YANG‌ ‌ DIHADAPI‌

SISTEM‌ ‌LALULINTAS‌ ‌SATU‌ ‌ARAH‌ ‌ DAN‌ ‌PERSOALAN‌ ‌YANG‌ ‌ DIHADAPI‌

SISTEM‌ ‌LALULINTAS‌ ‌SATU‌ ‌ARAH‌ ‌ DAN‌ ‌PERSOALAN‌ ‌YANG‌ ‌ DIHADAPI‌

 

SINOPSIS

Sistem Satu Arah (SSA) merupakan salah satu tindakan manajemen lalu lintas berupa pengelolaan dan pengendalian arus lalu lintas dengan memanfaatkan jaringan jalan yang tersedia agar penggunaannya dapat dilakukan secara efisien dan optimal. Diharapkan dapat berimplikasi pada hasil yang dapat merumuskan sistem dukungan keputusan berupa model kebijakan prioritas dan terpadu antara sistem manajemen lalu lintas dengan diberlakukannya SSA dan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di Pusat Kota Bogor. 

Tingkat pelayanan jalan utama di Kawasan SSA (Pajajaran-Otista-Juanda-Jalak Harupat) meningkat setelah diberlakukannya SSA dibandingkan sebelumnya. Dari rata-rata pada level D di mana arus lalu lintas sudah mulai dirasakan adanya gangguan-gangguan dan tidak stabil menjadi level C yaitu arus lalu lintas baik dan stabil dengan adanya tundaan.

 

RAGAM PROBLEMATIKA HUKUM DI KOTA BATAM

RAGAM PROBLEMATIKA HUKUM DI KOTA BATAM

RAGAM PROBLEMATIKA HUKUM DI KOTA BATAM

 

SINOPSIS

Hadirnya Book Chapter dengan judul  “Ragam Problematika Hukum Di Kota Batam” yang disusun oleh beberapa tenaga pengajar dan mahasiswa sangat penting untuk dibaca dan diterapkan. Book chapter terdiri dari 5 bab, yang ditulis oleh Alfis Setiawan, S.H., M.H., Agustianto, S.H., M.Kn., Tantimin, S.H., M.H., Rina Shahriyani Shahrullah, S.H., M.C.L., Ph.D., Cang Elin, Actika, Victor Marsongkhoe, Hendi, dan Julianto. Adapun book chapter  ini menyajikan: 1) Efektivitas Penerapan Undang-Undang Nomor Tentang Perlindungan  Saksi  Dan Korban Dalam Proses Pemeriksaan  Perkara Pidana Di Kota Batam (Studi Pada Kepolisian Resor Kota Barelang); 2) Pengenaan Uang Wajib Tahunan Terhadap Pemilik Sertipikat Hak Milik Yang Berada Diatas Hak Pengelolaan Di Kota Batam; 3) Analisis Yuridis Kejahatan Pembalakan Liar Di Kota Batam Berdasarkan Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan; 4) Perjanjian Kredit Dengan Menggunakan Jaminan Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (Studi Pada PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Batam); 5) Implementasi E-Litigasi  Di Pengadilan Negeri Dan Pengadilan Agama Di Kota Batam.