Menjadi Technosociopreneur

Menjadi Technosociopreneur

Penulis :
Muhammad Iqbal Arrasyid
Amaliyah

Editor :
Aan Herdiana, M.Sos
Tegar Roli A., M.Sos

Desain Cover : Adji
Tata Letak : M. Rifki, S.Kom

ISBN : 978-623-93439-1-0
Cetakan Pertama, April 2020

Diterbitkan Oleh :
CV. Amerta Media

NIB. 0220002381476
NP. 202003-1708-4520-1345-639
Email : mediaamerta@gmail.com
Website: www.penerbitbuku.id Whatsapp : 081-356-3333-24

Berpikir Kritis Dan Kreatif Dalam Pembelajaran Sejarah

Berpikir Kritis Dan Kreatif Dalam Pembelajaran Sejarah

Penulis :
Susilo Setyo Utomo

Editor :
Aan Herdiana, M.Sos
Tegar Roli A., M.Sos

Desain Cover : Adji Azizurrachman
Tata Letak : M. Rifki, S.Kom

ISBN : 978-623-93439-1-0

Cetakan Pertama, April 2020

Diterbitkan Oleh :
CV. Amerta Media

NIB. 0220002381476
NP. 202003-1708-4520-1345-639
Email : mediaamerta@gmail.com
Website: www.penerbitbuku.id Whatsapp : 081-356-3333-24

Download Naskah KLIK DISINI!!!

Panduan Rekayasa Perangkat Lunak

Panduan Rekayasa Perangkat Lunak

Penulis :
Lendy Rahmadi, M.Kom

Editor :
Aan Herdiana, M.Sos
Tegar Roli A., M.Sos

Desain Cover : Adji
Tata Letak : M. Rifki, S.Kom

ISBN : 978-623-93439-3-4
Cetakan Pertama, April 2020

Diterbitkan Oleh :
CV. Amerta Media
NIB. 0220002381476
NP. 202003-1708-4520-1345-639

Email : mediaamerta@gmail.com
Website: www.penerbitbuku.id Whatsapp : 081-356-3333-24

Hak cipta dilindungi undang-undang pada penulis, dan hak penerbitan pada CV Amerta Media. Dilarang mengcopy dan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa seizing tertulis dari penerbit. All right reserved.
Copyright @ 2020 – Lendy Rahmadi, M.Kom

Download Naskah KLIK DISINI!!!

Perencanaan Strategis

Perencanaan Strategis

Penulis :
Lendy Rahmadi, M.Kom

Editor :
Aan Herdiana, M.Sos
Tegar Roli A., M.Sos

Desain Cover : Adji
Tata Letak : Vianto

ISBN : 978-623-93439-2-7
Cetakan Pertama, April 2020

Diterbitkan Oleh :
CV. Amerta Media
NIB. 0220002381476
NP. 202003-1708-4520-1345-639

Email : mediaamerta@gmail.com
Website: www.penerbitbuku.id Whatsapp : 081-356-3333-24

Baca Selengkapnya

Ramadhan Produktif #dirumahaja : SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, atau Hasil Penelitian lainnya dijadikan buku saja

Ramadhan Produktif #dirumahaja : SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, atau Hasil Penelitian lainnya dijadikan buku saja

Ingin Ramadhan #dirumahaja lebih Produktif?
Kirim Naskahmu Segera!!

SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, atau Hasil Penelitian lainnya dijadikan buku saja..

Dari pd nganggur di rumah, tersimpan di laptop saja,
atau bahkan hanya numpuk di meja.

Lebih baik dijadikan buku, bisa bermanfaat untuk pembacanya.

Meningkatkan Point Akademik.
Ilmu yang Bermanfaat.
Investasi Masa Depan
Mudah caranya.

Info lengkap
Klik https://wa.me/6281356333324

Mengenang AE Priyono, aktivis cum intelektual

Mengenang AE Priyono, aktivis cum intelektual

Aktivis yang juga dikenal sebagai penulis Anang Eko Priyono meninggal dunia hari ini, Minggu 12 April 2020 pukul 11.24 WIB, pada usia 61 tahun.

Di akhir hayatnya, almarhum menderita sakit paru-paru. Sejak sepekan lalu, AE Priyono, begitu dia dikenal di publik, dirawat di RS Polri, setelah sebelumnya menjalani perawatan di RS Mayapada.

Aktivisme AE Priyono dikenal sejak duduk di bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Sahabat almarhum lainnya, Lukman Hakiem, menceritakan almarhum pernah memimpin majalah Mahasiswa Keadilan.

Mas AE, begitu ia biasa dipanggil para juniornya, bersama Mahfud MD dan Hamid Basyaib juga menggawangi majalah mahasiswa UII, Muhibbah, yang berganti nama menjadi Himmah lantaran dibredel pemerintah. Mahfud MD yang kini menjabat Menko Polhukam adalah kawan satu angkatan almarhum.

AE Priyono juga dikenal karena perannya mengumpulkan dan mengedit tulisan-tulisan cendekiawan muslim Kuntowijoyo, hingga diterbitkan menjadi buku. “Dinamika Sejarah Umat Islam” dan “Paradigma Islam; Interpretasi untuk Aksi” adalah kumpulan gagasan Kuntowijoyo yang digarap oleh almarhum. Untuk judul yang pertama, AE menyuntingnya bersama Lukman Hakiem.

Semasa hidup, almarhum pernah bergiat di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) serta lembaga kajian dan advokasi hak asasi manusia Demos. Ia juga merupakan salah satu pendiri Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI). Kami keluarga besar @amertamedia Turut berbelasungkawa, semoga apa yang telah dilakukan menjadi kebaikan selamanya.

Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Buku

Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Buku

Ada beberapa orang yang menyatakan bahwa sebuah karya ilmiah tidak boleh ditulis ulang menjadi buku. Alasannya adalah karya ilmiah dan buku sangat jauh berbeda. Apabila sebuah karya ilmiah dipaksakan diubah menjadi buku maka penyusunannya harus dilakukan dari awal lagi.

Pendapat tersebut dapat dibenarkan untuk beberapa karya ilmiah tertentu, tetapi ada banyak kasus ketika sebuah karya ilmiah sudah memiliki bibit naskah buku (umumnya tersembunyi di suatu tempat di tengah bab) yang dapat dibawa keluar dan diperluas. Perlu diketahui, meskipun, jika Anda memutuskan untuk untuk mengubah karya ilmiah menjadi buku dengan menata ulang bahan yang ada, mempercantik dengan mencari data dan kesimpulan baru maka hal tersebut dapat memakan waktu yang hampir sama seperti menulis naskah baru dari awal.

Tentu saja, ada bahaya dalam menggunakan kembalidata yang ada, terutama ketika menambal potongan-potongan yang berbeda dari teks, hal ini dapat membahayakan konsistensi dan gagal untuk menciptakan isi dan alur cerita yang koheren dengan karya ilmiah. Meskipun demikian, pasti akan ada godaan untuk tetap menggunakan teks yang lama setelah Anda membacanya berulang kali dan menganggap teks tersebut cocok untuk dimasukkan dalam buku.

 

Mari Memulai

Merencanakan dengan mempersiapkan sebuah daftar isi perbandingan. Jika Anda ingin menulis buku yang berasal dari karya ilmiah, maka sangat berguna (bukan hanya sebagai perencanaan tetapi juga akan berguna untuk melakukan pendekatan ke penerbit) jika Anda memetakan persamaan dan perbedaan antara dua karya (naskah buku dan karya ilmiah). Berdasarkan analisis tersebut, Anda akan dapat menyusun sebuah daftar isi yang dapat menggambarkan isi dan darimana bahan isi tersebut diambil (dari karya ilmiah)

 

Bagian-bagian yang harus dipotong

Ada banyak elemen dalam karya ilmiah yang tidak perlu ada pada buku. Pangkas dan sisakan hanya bagian yang dibutuhkan saja, atau bahkan hancurkan semuanya. Editing semacam ini bukan seperti pekerjaan tukang daging. Editing bisa dianalogikan sebagai sebuah pekerjaan mengolah berlian kasar dengan dipotong secara hati-hati, lalu dipoles hingga dapat terungkap dalam kemuliaan penuh.

  1. Tinjauan Pustaka

Penelitian Anda termasuk dalam wacana keilmuan tertentu dan akan dibingkai oleh ini. Sebagaimana anggapan Anda bahwa pembaca sudah akrab dengan wacana tersebut, maka ringankan bobot teori dan dan tunjukkan bagaimana penelitian Anda memberikan sebuah warna baru dan menambah perdebatan. Tentu saja, tidak mungkin bahwa sebuah buku dengan tinjauan pustaka sebanyak 100 halaman akan membuat menarik.

  1. Metodelogi

Pembaca ingin mengetahui secara jelas tentang penelitian Anda untuk menguji validitas penjelasan yang Anda berikan. Akan tetapi, tidak akan ada orang yang tertarik pada rincian yang tidak penting dalam metodelogi Anda.

  1. Kutipan

Mendukung penjelasan dengan kata-kata dari para ahli adalah sesuatu yang wajar, tetapi lakukan hal ini dengan bijaksana dan elegan. Sebuah parafrase akan lebih mudah dibaca dan dimengerti daripada sebuah kutipan langsung. Jika Anda memiliki banyak kutipan langsung dalam karya ilmiah Anda, cobalah untuk menghilangkan sebagian besarnya dalam buku Anda.

  1. Tabel

Ingatlah bahwa setiap tabel dalam menjadi pengalih perhatian. Tabel akan membuat pembaca menjauh pada teks. Pada setiap tabel, tanyakan pada diri Anda, “Apakah ini penting? Apakah bisa diringkas dan diolah menjadi sebuah teks? Apakah akan lebih efektif jika dijadikan gambar? Dapatkah tabel ini muat dalam kertas ukuran buku?”

  1. Footnotes/endnotes

Ini juga merupakan sebuah pengalih perhatian. Untuk setiap footnote/endnote, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini perlu? Dapatkah kutipan dikelompokkan atau bahkan (untuk beberapa kutipan dalam buku yang sama) runtuh menjadi kutipan tunggal? Dapatkah Anda mengurangi jumlah karya yang dikutip?”

  1. Referensi

Berapa banyak orang yang benar-benar membaca bibliografi – selain untuk memeriksa apakah ada tulisan mereka sendiri terdaftar? Memotong daftar referensi hingga hanya untuk yang benar-benar relevan dengan buku baru Anda akan akan menghemat waktu dan usaha Anda. Akan tetapi, nilai akademik (juga) diukur dengan jumlah kutipan karya yang dibaca, jadi tinggalkan saja referensi yang Anda rasa cukup digunakan dalam karya ilmiah Anda.

  1. Lampiran

Banyak diperdebatkan bahwa lampiran adalah bahan-bahanyang tidak dapat diolah dan dibiarkan membusuk. Jika Anda tidak dapat mengintegrasikan materi tersebut dalam karya ilmiah Anda, maka Anda perlu berusaha keras agar dapat menggunakannya dalam buku Anda.

  1. Bahan (data) yang berlebihan

Beberapa teks dalam karya ilmiah Anda mungkin sangat baik,tetapi terlalu panjang atau terlalu jauh dari topik untuk dimasukkan dalam naskah buku Anda. Teks yang kelebihan tersebut harus dipadatkan, ditulis ulang atau benar-benar dibuang. Hasilnya yang didapat bukan berarti kehilangan banyak data.

  1. Materi (data) bermasalah

Mungkin ada berbagai alasan mengapa bahan yang digunakan dalam karya ilmiah Anda bermasalah dalam naskah buku Anda (misalkan, salinan langsung sebuah gambar peta dari buku penulis lain). Mungkin akan mudah atau lebih tepat untuk mengolah kembali atau memotongnya daripada daripada meminta izin menggunakannya dan tidak melakukan perubahan terhadap data. Contoh lain adalah teks yang berpotensi mencemarkan nama baik, hal ini dapat bermasalah bagi setiap penerbit. Apapun alasannya, telitilah dan perhatikan dengan seksama data tersebut dan kondisikan hal tersebut dengan baik, jangan sampai data tersebut akan menimbulkan masalah setelah buku Anda diterbikan.

  1. Gaya menulis

Yang paling sulit bukanlah menghilangkan kalimat-kalimat dalam karya ilmiah Anda, tetapi mengubah gaya menulisnya adalah yang paling sukar. Sebagai contoh bahasa yang tidak jelas, abstrak, dan banyak menggunakan jargon (istilah-istilah pada bidang tertentu), penjelasan yang sangat teknis dan terlalu rinci,

 

Bagian-bagian yang perlu Anda tambahkan

Jika, seperti di banyak kasus, kontribusi karya ilmiah terhadap ilmu pengetahuan yang Anda geluti terlihat signifikan di bab-bab pertengahan, Anda tidak dapat begitu saja menghilangkan data-data yang lain, tetap saja Anda harus menambahkan data.

  1. Koherensi

Buku Anda akan perlu memiliki kesatuan isi, yang diselenggarakan bersama dengan benang narasi yang jelas. Ada nilai ganda jika Anda melakukan hal ini. Dengan menelusuri lintasan argumen Anda, Anda akan segera melihat jika ada bahan (data) lain yang hilang (dan bahan yang masih harus dipotong).

  1. Latar Belakang materi

Banyak karya ilmiahyang memiliki latar belakang materi terlalu banyak tapi kadang-kadang – karena para penguji adalah ahli di bidang tersebut – peneliti akan berasumsi bahwa si penguji akan memahami latar belakang tersebut. Akan tetapi, pada sebuah buku tentu saja berbeda karena pembaca belum tentu seorang ahli di bidang subjek buku. Yang dibutuhkan adalah bahan latar belakang yang cukup agar mampu mengarahkan pembaca dan mempersiapkan mereka untuk “menyantap” tulisan hasil penelitian Anda.

  1. Bahan data baru

Masalah yang paling umum ditemui dalam karya ilmiah adalah terlalu banyak data. Akan tetapi, jika Anda mencoba memfokuskan kembali penelitian tersebut maka akan muncul celah kosong dan celah itu harus dipenuhi. Demikian juga, subjek Anda tidak mungkin statis, melainkan akan perlu diperbarui untuk mengambil kejadian (data) terbaru, publikasi, dan lainnya.

  1. Pendahuluan

Kebanyakan pendahuluan di dalam karya ilmiah  agak menjemukan dan kurang menarik, sedangkan buku harus bisa memberikan pendahuluan singkat yang mampu merangsang nafsu para pembaca untuk menikmati tulisan Anda.

  1. Kesimpulan

Banyak karya ilmiahyang berakhir sederhana dan tidak menarik. Karya ilmiah tersebut gagal untuk menarik benang merah dari semua penjelasan menjadi satu kesatuan yang koheren dan memuaskan. Di sebuah naskah buku, Anda harus mampu menulis ulang kesimpulan Anda untuk membuatnya up to date dan mencerminkan perubahan karakter dan fokus pada penelitian Anda.

  1. Indeks

Sebuah indeks tidak diperlukan sampai buku Anda dalam produksi, tetapi di awal-awal silakan untuk mulai memikirkannya. Pemikiran tersebut berguna karena indeks adalah ‘peta pikiran’ penelitian Anda, setelah Anda mulai menuliskan berbagai masukan dan subentries untuk dimasukkan, Anda dapat dengan cepat menemukan hal-hal yang mungkin hilang dalam tulisan Anda.

 

Cara Menerbitkan Buku Sendiri | Jika Skripsi Anda Bagus, Mengapa Tidak Dibukukan?

Cara Menerbitkan Buku Sendiri | Jika Skripsi Anda Bagus, Mengapa Tidak Dibukukan?

Banyak buku teks atau buku referensi yang tersedia di berbagai toko buku. Bahkan buku-buku tersebut dapat dipesan secara online dengan memesan penerbitnya. Hanya saja, masih sangat sedikit buku-buku yang diterbitkan dari hasil karya ilmiah atau tugas akhir (skripsi) mahasiswa. Dengan kata lain, buku yang selama ini ada di pasaran banyak ditulis oleh mereka yang memang sudah ahli di bidangnya masing-masing, seperti praktisi, dosen, akademisi, peneliti, dan lain sebagainya. Kalaupun ada buku yang diterbitkan oleh kalangan mahasiswa (anak muda), buku yang dimaksud cenderung bersifat fiksi seperti novel, puisi, cerita pendek, dan lain sebagainya. Masih cukup sedikit mahasiswa yang berani dan mampu untuk menerbitkan sebuah buku yang memiliki latar belakang ilmiah. Dengan kata lain, buku tersebut merupakan hasil penelitian dari mahasiswa yang bersangkutan, khususnya dari skripsi yang telah selesai dibuatnya.

Skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan bagi mereka yang berada di jenjang sarjana mensyaratkan mahasiswa untuk melakukan penelitian. Bagi mereka yang ada di bidang ilmu sosial, mereka seperti terbiasa untuk melakukan penelitian di masyarakat (turun ke lapangan). Selanjutnya, mahasiswa juga bisa menggunakan metode studi literatur sebagai salah satu metode penelitian. Di sisi lain, bagi mereka yang berada di bidang ilmu alam, tidak hanya turun di lapangan, mereka juga bisa melakukan penelitian berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukannya. Sebagai tugas atau penilaian akhir di masa kuliah, skripsi pada dasarnya memiliki bobot nilai yang cukup tinggi. Selain itu, mahasiswa juga diminta untuk menghasilkan karya ilmiah berupa skripsi yang memiliki kualitas ilmiah yang tinggi. Dengan kata lain, mahasiswa diminta untuk menghasilkan laporan yang komprehensif.

Sebagai salah satu instrumen penilaian akhir terhadap proses perkuliahan yang dilakukan mahasiswa, skripsi telah berhasil menjatuhkan mental mahasiswa. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya fenomena mahasiswa yang tidak lulus karena kualitas skripsi yang dibuatnya tidak bagus, termasuk mereka yang gagal mengerjakan skripsi. Proses penyusunan skripsi yang membutuhkan waktu berbulan-bulan tentu membuat mahasiswa bosan terhadap proses penyusunannya. Pada titik itulah kemudian mahasiswa cenderung asal dalam mengerjakan skripsi. Tidak mengherankan ada mahasiswa yang kemudian meminta pertolongan orang lain (berupa jasa) untuk membuatkan skripsinya. Proses yang lama dan banyaknya aturan yang ada dalam proses penyusunan skripsi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya.

Tantangan tugas akhir ini terus berlanjut ketika mahasiswa telah berhasil menyelesaikan skripsinya. Adapun tantangan yang dimaksud adalah kewajiban mahasiswa untuk menghadapi pendadaran atau ujian skripsi dimana ada beberapa dosen penguji yang akan menguji hasil karya ilmiah mahasiswa yang bersangkutan. Ketika sidang tersebut selesai dijalani oleh mahasiswa, tantangan kembali datang. Tantangan tersebut yaitu kewajiban mahasiswa untuk melakukan revisi terhadap skripsi yang telah dibuatnya. Bagi beberapa jurusan, revisi bisa jadi menjadi hal opsional. Dengan kata lain, mahasiswa juga bisa untuk tidak melakukan revisi terhadap skripsi yang dibuatnya. Hanya saja hal tersebut akan berpengaruh pada kualitas nilai yang akan didapatkannya. Proses revisi yang dilakukan mahasiswa juga tidak dalam jangka waktu yang sebentar. Hal tersebut membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan kembali berbulan-bulan.

Setelah proses revisi tersebut selesai dilakukan, maka selanjutnya mahasiswa akan mendapatkan nilai dari apa yang telah mereka kerjakan selama berbulan-bulan. Apabila mereka berhasil mendapatkan nilai maksimal (seperti A), maka dosen menilai bahwa kualitas skripsi mahasiswa yang bersangkutan pada dasarnya baik dan berpeluang besar untuk dipublikasikan di dalam perpustakaan. Dengan kata lain, skripsi tersebut akan disimpan di perpustakaan sebagai bahan referensi bagi mereka yang ingin menyusun skripsi atau karya ilmiah lain yang temanya masih relevan. Meskipun demikian, ada cara lain untuk menghargai proses yang telah diperjuangkan oleh mahasiswa selama berbulan-bulan tersebut yaitu dengan cara dibukukan. Apabila dibukukan, maka skripsi tersebut kemudian akan masuk dalam kategori buku teks dimana buku tersebut berfungsi sebagai referensi bagi lingkungan akademik. Hal tersebut tentu akan mengangkat nilai jual dari skripsi yang telah dibuat oleh mahasiswa.

Proses perubahan dari skripsi menjadi buku pada dasarnya tidak rumit karena sifat skripsi yang cenderung komprehensif. Hanya saja, mahasiswa yang bersangkutan perlu untuk melakukan revisi ulang terhadap skripsinya seperti gaya bahasa dan susunan bab. Saat ini, mahasiswa tidak perlu ragu untuk membukukan skripsinya karena proses penerbitan skripsi menjadi buku tidak sulit. Bahkan mereka bisa mempublikasikan karyanya tersebut tidak dalam jumlah yang besar, bahkan bisa diterbitkan dalam jumlah satuan. Apabila proses mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses editing, maka pihak penerbit pun akan memberikan bantuan. Bahkan apabila skripsi mahasiswa tersebut berhasil dibukukan, maka pihak penerbit juga akan membantu penulis untuk mempromosikan buku tersebut kepada publik, khususnya melalui media internet.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa skripsi yang baik perlu untuk dibukukan. Setidaknya ada beberapa keuntungan yang didapatkan mahasiswa sebagai penulis dengan cara menerbitkan buku sendiri, yaitu menerbitkan skripsinya  menjadi sebuah buku.

Pertama, penerbitan skripsi menjadi buku tersebut secara tidak langsung akan membantu mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan profit yang tidak sedikit. Dengan kata lain, semakin laku buku tersebut di kalangan publik, maka secara finansial juga akan semakin banyak keuntungan yang didapatkan oleh penulis. Hal tersebut nantinya akan dibicarakan antara pihak penerbit dan penulis terkait dengan kontrak penerbitan buku.

Kedua, buku yang dipromosikan, baik melalui internet ataupun di-supply ke toko buku tentu akan membuat nama penulis semakin dikenal oleh publik. Sebagai buku teks, apabila buku tersebut banyak dicari publik, maka buku tersebut bisa dijadikan referensi bagi mereka.

Ketiga, mahasiswa yang berhasil menerbitkan skripsinya menjadi buku tentu berkontribusi nyata di dalam dunia pendidikan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa buku ilmiah yang disusun mahasiswa tersebut berfungsi sebagai buku teks yang bisa dijadikan referensi oleh berbagai kalangan yang membutuhkan kajian tersebut. Bahkan dari buku tersebut, mahasiswa sebagai penulis bisa berinteraksi atau berdiskusi langsung dengan mereka yang telah membaca buku tersebut.

Keempat, menerbitkan skripsi menjadi buku adalah cara yang bijak untuk menghargai kerja keras mahasiswa selama melakukan penyusunan skripsi yang memakan waktu hingga berbulan-bulan. Bahkan buku tersebut bisa disimpan di rumah sebagai kenang-kenangan atas kerja keras yang telah dilakukannya selama masa kuliah. Apabila ingin menjadi akademisi, menerbitkan buku tentu menjadi langkah yang tepat untuk menunjukkan kualitas diri sebagai calon akademisi yang patut dipertimbangkan.

Itulah keuntungan-keuntungan yang mungkin diperoleh mahasiswa dengan cara menerbitkan buku sendiri. Mahasiswa bisa menerbitkan Skripsinya. Cara menerbitkan buku sendiri ini tidaklah susah, karena skripsi yang sudah jadi sudah merupakan hasil penelitian, tinggal perlu membahasakan nya menjadi sebuah buku. Tentu hal ini lebih mudah daripada dengan cara menerbitkan buku sendiri dari awal atau dari nol.

Apakah Anda serius ingin membukukan skripsi atau laporan penelitian lainnya? Jika ingin menerbitkan buku dan menjadi penulis kami, Anda berkesempatan menerbitkan buku secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di penerbit buku Deepublish

Sekian artikel “Cara Menerbitkan Buku Sendiri | Jika Skripsi Anda Bagus, Mengapa Tidak Dibukukan?” semoga bermanfaat.

 

Sumber : https://penerbitdeepublish.com/cara-menerbitkan-buku-sendiri-g029/